Apakah Ekonomi Digital UMKM Akan Mendapat Momentum dari Kebijakan Stimulus?
| Apakah Ekonomi Digital UMKM Akan Mendapat Momentum dari Kebijakan Stimulus? |
Pemerintah Indonesia meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp16,23 triliun pada September 2025 untuk mendukung pemulihan ekonomi kuartal keempat, dengan fokus pada konsumsi rumah tangga, UMKM, dan sektor pertanian Salah satu sektor yang potensial mendapatkan manfaat besar adalah ekonomi digital UMKM.
Peluang bagi UMKM Digital
-
Insentif Pajak dan Dukungan Fiskal
UMKM mendapat keringanan pajak dengan tarif PPh 0,5% hingga 2029, bukan dinaikkan menjadi 1% seperti rencana sebelumnya. Insentif ini memberikan ruang bagi pelaku usaha digital untuk mengalokasikan dana lebih banyak ke inovasi, pemasaran digital, dan pengembangan produk. -
Akses Pembiayaan dan Kredit
Program stimulus menyediakan pengampunan utang dan kemudahan pembiayaan untuk UMKM, termasuk mereka yang bergerak di e-commerce, layanan digital, dan start-up teknologi. Ketersediaan modal ini akan memperkuat kapasitas operasional dan ekspansi bisnis digital. -
Program Magang dan Pengembangan SDM
Pemerintah menyediakan 20.000 program magang berbayar bagi lulusan baru, yang juga bisa ditempatkan di start-up dan platform digital. Ini membantu UMKM digital meningkatkan kualitas tenaga kerja dan kapasitas inovasi. -
Peningkatan Infrastruktur Digital
Meskipun tidak tercantum secara spesifik dalam paket stimulus, momentum ekonomi digital UMKM dapat didukung oleh peningkatan jaringan internet, logistik, dan sistem pembayaran digital yang diperkuat pemerintah.
Tantangan yang Masih Harus Dihadapi
-
Skala Usaha Terbatas: Banyak UMKM digital masih kecil dan kesulitan memenuhi permintaan pasar yang cepat tumbuh.
-
Kompetisi Ketat: Ekonomi digital menghadapi persaingan tinggi, baik dari pemain lokal maupun global, terutama di e-commerce dan layanan fintech.
-
Literasi Digital dan Manajemen: Keterbatasan keterampilan manajemen digital dapat menghambat kemampuan UMKM memanfaatkan sepenuhnya stimulus yang tersedia.