Gejolak Global & Domestik, Rupiah dan IHSG Tertekan
| Gejolak Global & Domestik, Rupiah dan IHSG Tertekan |
Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan hari ini. Rupiah melemah tipis terhadap dolar AS, sementara IHSG bergerak terbatas di tengah sikap hati-hati investor.
Tekanan eksternal menjadi salah satu penyebab utama, antara lain:
-
Kebijakan suku bunga The Fed yang masih ketat, mendorong arus modal keluar dari pasar berkembang.
-
Perlambatan ekonomi Tiongkok yang memengaruhi ekspor dan harga komoditas.
-
Ketegangan geopolitik global, termasuk konflik energi dan pergerakan harga minyak, turut memicu volatilitas pasar.
Tantangan Domestik
Selain faktor global, kondisi domestik juga memberi tekanan:
-
Defisit APBN 2026 yang lebih tinggi dari perkiraan.
-
Kenaikan harga pangan yang menekan daya beli masyarakat.
-
Ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter di mata investor.
Investor mengambil langkah defensif dengan menahan agresivitas perdagangan, sementara analis menekankan pentingnya kepastian kebijakan fiskal dan koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas. Beberapa sektor seperti energi, perbankan, dan konsumsi tetap menjadi fokus, namun pergerakannya terbatas.
Gejolak global dan domestik membuat rupiah dan IHSG tertekan, mencerminkan ketergantungan Indonesia pada dinamika internasional. Stabilitas jangka pendek dan menengah sangat bergantung pada kepastian kebijakan pemerintah serta kemampuan menghadapi fluktuasi ekonomi global.